Sunday, August 5, 2012

Usain Bolt Rajai 100 Meter Putra

Usain Bolt. (Foto: Reuters)
Usain Bolt. (Foto: Reuters)

LONDON – Usain Bolt membuktikan kapasitasnya sebagai pelari tercepat di dunia. Bolt berhasil mempertahankan medali emas Olimpiade yang diraihnya empat tahun yang lalu.
 
Dalam pertandingan final yang berlangsung di London, Senin (6/8/2012) dini hari WIB itu, pelari asal Jamaika itu berhasil merebut medali emas setelah mampu mencatatkan waktu 9.63 detik.
 
Sayang, catatan waktunya itu hanya kalah lima detik dari pencapaian yang diraih Bolt pada saat menjadi juara dunia di Berlin, 2009 yang lalu. Meski demikian, catatan waktu 9.63 detik merupakan rekor baru untuk jarak 100 meter putra di Olimpiade.
 
Jamaika benar-benar merajai 100 meter putra. Pasalnya, rekan senegara Bolt, sekaligus pesaing terberatnya Yohan Blake berhasil finis di peringkat kedua untuk mendapatkan medali perak, sedangkan pelari dari Amerika Serikat, Justin Gatlin harus puas mendapatkan perunggu.
 
Sementara itu, tujuh dari delapan pelari lainnya itu finis di bawah 10 detik. Sedangkan Asafa Powell tidak mampu berbuat banyak dalam ajang Olimpiade kali ini. Mantan pemegang rekor dunia ini hanya mampu finis dengan catatan waktu 11.99 detik.
 
Ini merupakan medali keempat Bolt di ajang Olimpiade. Sebelumnya di Olimpiade Beijing, pelari 25 tahun tersebut berhasil mendapatkan tiga medali emas yang diraih dari nomor 100 meter, 200 meter, dan 4 x 100 relay putra.
(hmr)

Webber: Siapa Paling Konsisten, Dia Akan Juara

Mark Webber. (Foto: Getty Images)
Mark Webber. (Foto: Getty Images)

MILTON KEYNES – Pembalap Formula One (F1) dari tim Red Bull-Renault, Mark Webber menegaskan bahwa pada musim 2012 ini, konsistensi adalah hal terpenting. Bahkan, ia menyebut bahwa tidak ada pembalap yang memiliki mobil tercepat, yang ada ialah pembalap paling konsisten.
 
F1 musim ini memang penuh kejutan. Dari tujuh perlombaan awal, semuanya menghasilkan juara yang berbeda pula. Maka menurut Webber, dengan ketatnya kompetisi, konsistensi sangatlah diperlukan jika ingin menjadi juara.
 
“Saya tidak tahu siapa yang mengendarai mobil tercepat. Selalu ada perbincangan bahwa ini bukanlah persoalan mobil tercepat, tapi (untuk juara) Anda harus menjadi paling konsisten. Saya pikir tidak ada satupun yang memiliki mobil tercepat,” ujar Webber, seperti dilansir ESPN, Minggu (5/8/2012).
 
Webber juga mengomentari para rival timnya yang kerap menunjukkan kejutan di setiap perlombaan. Menurutnya, dengan meratanya kekuatan pada F1 ini membuat setiap perlombaan sulit untuk diprediksi.
 
“Kami melakukannya setelah Valencia dan kemudian Fernando (Alonso) di Silverstone sampai enam lap terakhir, namun tiba-tiba kami lagi yang melakukannya. Dan, kemudian McLaren secara mendadak selama tiga minggu. Lalu Lotus,” sambungnya.
 
Webber sendiri kini menempati peringkat dua pada klasemen sementara pembalap F1 dengan 124 poin, hasil dari dua kali naik podium utama. Ia masih tertinggal 40 poin dari pembalap Ferrari Fernando Alonso yang berada di puncak.
(fit)

Saturday, August 4, 2012

China Rebut Emas Ketiga dari Bulutangkis

Pasangan Jepang Reiki Kakiiwa/Mizuki Fuji (kiri) dan pasangan Rusia Nina Vislova/Valeria Sorokina mengapit pasangan China Tian Qing/Zhao Yunlei/Getty Images
Pasangan Jepang Reiki Kakiiwa/Mizuki Fuji (kiri) dan pasangan Rusia Nina Vislova/Valeria Sorokina mengapit pasangan China Tian Qing/Zhao Yunlei/Getty Images

LONDON – China berhasil merebut medali emas ketiga dari arena bulutangkis setelah ganda putri mereka Tian Qing/Zhao Yunlei sukses mengalahkan ganda putri Jepang Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa 21-10 25-23. Negeri Tirai Bambu ini bahkan masih berpeluang besar menyapu bersih lima medali emas.

Sebelumnya, China memastikan medali emas pertamanya pada Jumat lalu setelah tercipta all-Chinese final di nomor ganda campuran. Pasangan Zhang Nan/Zhao Yunlei akhirnya berhak merebut emas ganda campuran usai mengalahkan kompatriotnya Xu Chen/Ma Jin 21-11 21-17.

Emas kedua China datang dari nomor tunggal putri setelah juga terjadi all-Chinese final. Li Xuerui sukses mengalahkan rekan senegaranya Wang Yihan 21-15 21-23 21-17 pada Sabtu malam WIB tadi.

Dominasi China berlanjut ketika pasangan ganda putri Tian Qing/Zhao Yunlei sukses mempersembahkan medali emas ketiga. Kemenangan ini membuat mimpi sapu bersih lima medali emas terjaga.

Pada laga nanti malam, dua andalan China, yakni Lin Dan dan Cai Yun/Fu Haifeng akan tampil di final tunggal putra juga final ganda putra melawan unggulan pertama asal Malaysia Lee Chong Wei serta unggulan ketiga asal Denmark Mathias Boe/Carsten Morgensen.
(auz)

Pria China Datangi Olimpiade 2012 Pakai Becak

Chen Guanming.(foto:whatsonxiamen)
Chen Guanming.(foto:whatsonxiamen)

LONDON – Tidak bisa membeli tiket pesawat terbang bukan halangan bagi Chen Guanming untuk berangkat ke London. Demi mendukung para atlet yang bertanding, dia rela menempuh jalur darat menggunakan becak.
 
Chen yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu mengaku berangkat dari rumahnya di Provinsi Jiangsu China pada April 2010. Selama dua tahun perjalanan, dia melintasi 16 negara seperti Vietnam, Thailand, Pakistan, Turki, Italia kemudian Prancis. Pria 57 tahun itu tiba di Inggris pada 6 Juli menggunakan kapal feri.
 
“Saya datang karena ingin mendukung dan memberi semangat kepada semua orang di dunia yang ikut serta dalam pesta ini. Saya melakukannya tanpa berharap imbalan,“ kata Chen, seperti dikutip Sportinglife.
 
Becak Chen cukup menarik. Dia menempelkan sejumlah foto dirinya yang berlatar belakang bangunan-bangunan terkenal di negara yang dia singgahi dalam perjalanannya ke London. Di Prancis, Chen berpose di depan Menara Eiffel, dan ketika di Malaysia dia menyempatkan diri mengabadikan diri di depan Menara Petronas.
 
“Saya sangat senang melakukannya apalagi setelah tiba di London, “ tambah pria berjangut putih itu, seraya menambahkan mendapat bantuan ongkos perjalanan dari keluarga dan rekan-rekannya.
 
Chen nampaknya keranjingan berkeliling dunia menggunakan becak. Setelah Olimpiade ini, Chen berambisi untuk melakukan perjalanan ke Olimpiade Rio De Janeiro, Brasil.
(fit)

Friday, August 3, 2012

Tambah 3 Emas, Amerika Salip China


LONDON - Persaingan perolehan medali emas semakin ketat memasuki hari ke-8 Olimpiade 2012, terutama antara China dan Amerika Serikat. Di perebutan puncak klasemen, untuk pertama kalinya Amerika Serikat menyalip perolehan China, Jumat kemarin.
 
Setelah perolehan emas Amerika Serikat menyamai China, 18, di hari ke-6, Negeri Paman Sam menutup klasemen hari ke-7 dengan menambah tiga medali emas, sementara China hanya dua emas.
 
Tiga medali emas Amerika Serikat disumbangkan oleh atlet-atlet di cabang renang. Yaitu,Franklin Missy di nomor gaya punggung 200 meter perempuan, Michael Phelps, di 100 meter gaya kupu-kupu, dan 800 meter gaya bebas wanita, Ledecky Katie.Sedangkan satu medali emas diraih dari trampoline putera melalui atletnya Dong dong.
 
Sementara itu, Korea Selatan yang semula di posisi ketiga, melorot jauh posisinya ke peringkat sembilan.Disusul, Rusia, Inggris Raya, Jepang dan Jerman serta Prancis.
 
Hal itu juga dialami kontingen Indonesia. Setelah gagal merebut perunggu di cabang olahraga bulutangkis melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir yang dikandaskan pasangan Denmark Joachim Fischer/Christinna Pedersen, Indonesia yang semula berada di peringkat 29 turun satu strip ke peringkat 30.
 
Perolehan medali sementara
 
No/Negara/Emas/Perak/Perunggu/Total
1.  AS               21         10     12            43
2.  China         20        13       9             42
3.  Rusia           3         12      8              23
4.  GB                8          6        8             22
5.  Jepang        2          8       11            21
6.  Jerman        5         9        6             20
7.  Prancis        8         5        6             19
8.  Korse           9         2        5             16
9.  Australia      1         9        4             14
10. Italia            4         5        3             12
30. Indonesia  0         1        1               2
(fit)

Tim Dayung Jabar Berpeluang Sumbang Emas Pertama

Foto: Logo PON Riau (Foto: Ist)
Foto: Logo PON Riau (Foto: Ist)

BANDUNG - Perhelatan akbar multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 yang akan diselenggarakan di Riau, sudah semakin dekat. Dan cabang olahraga dayung baik nomor kayak maupun canoeing. berpeluang merebut emas pertama di laga itu.

Peluang tersebut berdasarkan jadwal sementara yang diterima tim Satuan Pelaksana (Satlak) Prestasi PON Jawa Barat, final pertama yang akan digelar pada 9 September 2012 adalah cabor dayung.

"Berdasarkan jadwal pertandingan dan final, nomor kayak di cabang dayung berpeluang menjadi peraih emas pertama. Dan tim kayak Jabar sangat berpeluang untuk meraih medali di sana," kata Sekretaris Satlak Prestasi KONI Jawa Barat Ferdian Yosef.

Menurut Yosef, untuk hari pertama cabang dayung itu mempertandingkan empat nomor final baik kayak maupun canoeing. "Saat ini baru 24 cabang olahraga yang sudah memastikan dan menetapkan jadwal pertandingannya, namun diprediksi dayung memang memperebutkan emas pertama PON," ungkapnya.

Yosep menilai, cabor dayung merupakan salah satu cabor andalan Jawa Barat, di mana pada PON XVIII di Riau menargetkan minimal meraih sembilan medali emas. Pada PON XVII/2008 di Kaltim lalu, Jabar menjadi juara umum untuk cabang dayung dengan meraih 12 medali emas sekaligus raihan medali terbanyak bagi cabang olahraga di Jawa Barat.

"Emas pertama ini sangat bergengsi, dan peluang itu ada bagi Jabar," ujar Yosef.

Manager yang juga kepala pelatih tim Pelatda dayung Jabar, Eti Kusmiati mengatakan, pihaknya sudah sangat siap untuk bisa meraih medali pertama bagi Jabar jika memang peluang emas pertama ada di cabor dayung.

Baik seluruh atlet, pelatih dan pengurus kata Eti sudah bersatu, dengan satu tekad dan kecintaannya terhadap olahraga dayung, timnya bertekad untuk menjadi yang terbaik di ajang PON XVIII 2012 tanpa ada unsur politik. Cita-citanya menjadi yang terbaik murni semata-mata olahraga dan menjunjung tinggi nama baik Jabar.

Pada PON yang akan datang, tim dayung Jabar awalnya mengemban target yang telah dicanangkan KONI Jabar sebanyak 12 medali emas, namun melihat peningkatan prestasi tim dayung target peraihan medali ditambah menjadi 14 medali emas.

Menurut Eti, sebenarnya peluang bagi cabor dayung sangat besar. Meskipun tidak bisa menjanjikan, namun dirinya tetap optimistis bisa mengakomodir target yang telah dicanangkan. Timnya akan berusaha mencapai prestasi terbaiknya untuk Jabar.

"InsyaAllah peluang untuk Jabar sangat besar, dan kami akan berusaha meraih target. Namun semuanya itu tidak terlepas dari kuasa yang Maha Kuasa, bahkan kami sangat bertekad untuk menjadi yang terbaik diantara yang baik dan menempati posisi puncak di PON mendatang,"tegas Eti.

Selain pada nomor kayak, cano, dan argorowing, tim dayung Jabar juga akan mengincar medali emas pada nomor perahu naga. "Di perahu naga peluang Jabar cukup terbuka, dan Insya Allah kami bisa meraih medali pada nomor itu,"singkatnya.

Keyakinannya itu bukan tanpa alasan, pasalnya tim dayung Jabar meraih dua medali emas pada  nomor perahu naga di kejuaraan dayung internasional di Teluk Bahang Dam Penang, Malaysia beberapa waktu lalu yang mempertandingkan 200 dan 500 meter perahu naga.

Kejuaraan itu dinilai Eti sangat bergengsi, karena melihat tim lawan yang turun pada saat itu yaitu dari South Afrika, Amerika, Australia, Korea, Singapura, dan dari propinsi yang akan menjadi lawan tanding di PON nanti ikut andil dalam kejuaraan tersebut.

Melihat prestasi tersebut dirinya semakin optimistis tim dayung Jabar bisa meraih prestasi tertingginya dan menjadi yang terbaik di ajang PON nanti.

Sementara itu Ketua Umum KONI Jawa Barat Azis Syarif menyatakan, ia dan jajaran KONI Jawa Barat akan menongkrongi final pertama cabang apapun, dalam hal ini cabang dayung.

"Saya akan datang dan tongkrongi final yang akan mencetak emas, termasuk emas pertama bagi Jabar. Saya akan bawa juga kunci rumah bonus untuk atlet itu," kata Azis Syarif.

Menurut Azis Syarif, emas pertama PON sangat strategis untuk memotivasi atlet-atlet lainnya untuk meraih pretasi emas lainnya. "Kami akan pastikan semuanya sesuai dengan rencana, dan saya yakin," singkatnya. (acf)

Thursday, August 2, 2012

China-AS Mulai Ketat, Indonesia Kehilangan Tradisi

Foto: Ist
Foto: Ist

JAKARTA - Persaingan makin memanas memasuki hari ketujuh perhelatan Olimpiade 2012, London. China yang sejak awal perkasa memimpin daftar perolehan medali, kini mendapat ancaman serius dari pesaing kuatnya, Amerika Serikat (AS).

Diketahui, sebelumnya negeri Tirai Bambu masih perkasa dengan raihan 17 emas, unggul lima emas atas AS di posisi dua dengan 12 emas. Namun, hari ini (kemarin waktu setempat) kontingen Negeri Paman Sam menggila dengan menambah enam emas, sementara China hanya satu.

Hasil ini praktis membuat persaingan dua Negara kandidat kuat juara ini, kian ketat. Ya, kedua Negara sama-sama mengoleksi 18 emas. Akan tetapi, China masih berhak memuncaki klasemen karena unggul jumlah medali perak (11-10).

Sementara itu, bagaimana dengan Indonesia? Jika kemarin, kontingen Merah Putih menempati urutan 27, kini posisi Indonesia turun dua peringkat ke posisi 29.

Peluang Indonesia untuk mendulang medali emas dari cabang bulutangkis pupus setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah atas pasangan China Xu Chen/Ma Jin pada semifinal Bulutangkis ganda campuran.

Kekalahan ini praktis membuat tradisi Indonesia dalam merebut emas di cabor Bulutangkis terhenti, karena Owi/Butet –sapaan Tontowi/Liliyana merupakan satu-satunya pebulutangkis yang berpeluang melakukannya.

Meski gagal melanjutkan tradisi emas, Owi/Butet masih berpeluang menyumbangkan medali perunggu buat kontingen Indonesia. Hari ini, ganda campuran nomor tiga dunia ini akan bertarung memperebutkan perunggu menghadapi pasangan Denmark Joachim Fischer/Christinna Pedersen.

Selain pasangan Tontowi/Liliyana, Indonesia masih menyisakan dua atletnya yang akan berjuang di cabor atletik. Mereka adalah Fernando Lumain dan Tryaningsih. Lumain akan tampil di babak penyisihan lari 100m pada Sabtu, sementara Tryaningsih yang turun di nomor lari marathon, baru akan bertanding Minggu (5/8/2012).

Berikut perolehan sementara medali:
Pos --- Neg --- Emas --- Perak --- Perunggu --- Total

   1. China  18  11  5  34
   2. AS  18  9  10  37
   3. Korsel  7  2  5  14
   4. Prancis  6  4  6  16
   5. Inggris Raya  5  6  4  15
   6. Jerman  4  8  5  17
   7. Italia  4  5  2  11
   8. Korut  4  0  1  5
   9. Rusia  3  6  8  17
10. Kazakhstan  3  0  0  3
29. Indonesia  0  1  1  2 (acf)