Thursday, September 13, 2012

Lotus: Sanksi Membuat Grosjean Lebih Kuat

Romain Grosjean, tampil cukup baik musim ini/Getty Images
Romain Grosjean, tampil cukup baik musim ini/Getty Images

ENSTONE – Pembalap Lotus Romain Grosjean akan kembali ke Formula 1 menjadi pembalap yang lebih kuat pascalarangan satu balapan. Hal tersebut diutarakan oleh tim prinsipal Lotus Eric Boullier.
 
Pembalap asal Prancis tersebut dilarang tampil di GP Italia akhir pekan lalu gara-gara menjadi penyebab kecelakaan beruntun di tikungan pertama pada GP Belgia sepekan sebelumnya. Fernando Alonso dan Lewis Hamilton termasuk pembalap yang harus berhenti.
 
Tindakan keras yang diambil FIA didukung penuh oleh pembalap-pembalap lain dan Boullier menilai Grosjean akan belajar dari kesalahannya tersebut.
 
Pada GP Italia tersebut, posisi Grosjean digantikan oleh Jerome D’Ambrosio. Pembalap asal Belgia itu finis ke-13 di Monza dan gagal dapat poin.
 
Grosjean sendiri kini menempati posisi 8 klasemen sementara dengan hasil terbaik finis kedua pada GP Kanada lalu. Kiprah Grosjean di F1 musim ini memang impresif mengingat dia juga berhasil finis 3 dua kali di GP Bahrain dan GP Hungaria.
 
“Kami telah berbicara banyak soal hal tersebut. Dari beberapa segi, itu yang terbaik baginya,” kata Boullier kepada Autosport.
 
“Dia tetap akan membalap dengan kecepatan yang sama dan saya pikir dia akan lebih kuat. Bahkan dia akan lebih percaya diri dan usai saya berbicara dengannya mengenai masalah ini, dia akan lebih baik lagi,” tutur Boullier.
(auz)

Sunday, September 9, 2012

Pertandingan Menembak & Futsal Diundur, Kontingen Dirugikan

PEKANBARU – Cabang menembak dan futsal PON XVIII Riau mundur dari jadwal yang semestinya. Kemunduran pelaksanaan ini dinilai merugikan bagi para kontingen. Terutama kontingen yang menargetkan banyak medali emas di dua cabor tersebut.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, Muddai Madang mengatakan, hingga saat ini untuk cabang olahraga menembak belum ada kejelasan kapan pelaksanaan pertandingan akan dilaksanakan dan kontingen Sumsel kembali dirugikan, sebab cabor ini adalah lumbung medali emas bagi Sumsel.

"Hingga saat ini technical meeting pun belum ada, jadi belum jelas kapan cabang menembak ini sebenarnya akan dilaksanakan. Jika meeting pun belum jelas kapan diadakan, bagaimana dengan jadwal pertandingan?," ujar Muddai.

Sementara itu di cabang futsal, pertandingan yang seyogyanya digelar pada 6 September namun hingga saat ini belum juga ada kepastian kapan pelaksanaan itu akan dilaksanakan. "Begitu juga dengan cabor futsal, sampai kini belum ada kepastian tentang jadwal selanjutnya," ujar Muddai.

Untuk diketahui, venue futsal yang berada di Tembilahan di Kabupaten Indragiri Hilir hingga saat ini belum dapat digunakan kembali. Pasalnya sebelum perrtandingan dimulai, hujan yang lebih turun lebih dulu membanjiri GOR tersebut. Sehingga pertandingan ditunda.

Imbas dari semua itu beberapa wasit pulang dengan alasan ada perintah dari pusat dan yang sangat mengkhawatirkan lagi, cabor futsal terancam gagal utntuk dipertandingkan.

"Meskipun beberapa venue mengkhawatirkan bahkan terancam tidak akan dipertandingkan, namun kita tidak akan kendur untuk mencapai target 40 medali emas. Saya pesankan kepada semua atlet agar tetap berusaha semaksimal mungkin meskipun dengan kondisi lapangan yang minim ini," tandasnya.
(fit)

PSSI Tarik Wasit, Cabor Sepakbola Tetap Digelar

PON XVII Riau
PON XVII Riau

PEKANBARU – Meski PSSI menarik semua wasit yang memimpin pertandingan untuk sepakbola dan futsal di arena PON XVII Riau, sehingga pertandingan futsal jadi tertunda, namun tidak demikian dengan sepakbola.
 
Pertandingan sepakbola babak penyisihan yang terdiri dari tiga pool, yang dilangsungkan di berbagai daerah, Sabtu kemarin tetap dilaksanakan dan dipimpin oleh wasit dari ISL. Pada babak penyisihan kemarin antara Papua vs Jambi yang berakhir dengan skor 2-1, NTB vs Sultra yang berakhir dengan 3-0.
 
Sementara itu, di pool B Jatim mencukur Gorontalo dengan skor6-1 dan Jabar kontra Sumut berakhir tanpa gol, sedangkan di pool C tuan rumah Riau kalah 1-3 dari Jateng dan Kaltim menang 5-2 atas Sumbar.
 
Sebelumnya, pertandingan penyisihan cabang olahraga sepakbola PON XVII yang digelar di Stadion Tuanku Tambusai, kabupaten Kampar, Riau, antara tuan rumah melawan Jawa Tengah rencananya batal dilaksanakan karena wasit dari PSSI menarik diri. Tapi, ternyata laga tetap digelar oleh panitia PON dengan memakai wasit yang biasa memimpin kompetisi ISL.
 
Pertandingan Riau melawan Jawa Tengah berjalan dengan tempo yang tinggi, pada babak pertama Jawa Tengah berhasil unggul 1-0 pada menit ke empat lewat Adi Rumianto. Tuan rumah yang dapat dukungan delapan ribu pendukungnya baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-45 lewat gol Angga Supriyanto.
 
Pada babak kedua, tuan rumah Riau terus meningkatkan daya serang dan mengurung pertahanan Jawa Tengah, keasyikan menyerang Riau lengah. Berawal dari serangan balik, Jateng berhasil menyarangkan si kulit bundar pada menit ke-72 melalui Hari Nur.
 
Hari nur kembali membuat tuan rumah terdiam ketika pada menit ke-76 dia berhasil menambah gol sekaligus membuat kedudukan menjadi 3-1 dan bertahan hingga pertandingan usai.
 
Sementara itu, pertandingan futsal yang batal dilaksanakan pada sabtu kemarin/ pada hari ini (9/9/2012) digelar juga dengan memakai wasit yang biasa memimpin pertandingan kompetisi ISL.
 
(Del Fadillah/Sindo TV/win)

Thursday, September 6, 2012

Harga Tiket Pembukaan PON Hingga Rp 2 Juta

PEKANBARU - Pembukaan acara PON XIII akan digelar di Stadion Utama Riau di Pekanbaru. Acara yang akan digelar 11 September 2012 ini nanti akan langsung dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dihibur sejumlah artis.
 
Namun, tidak semua penonton akan digratiskan masuk, dari 46 ribu kursi yang tersedia, sebanyak 15 ribu di antaranya dijual. Untuk harga paling mahal dijual dengan harga Rp 2 juta, sedangkan harga paling ekonomis dapat dibeli dengan harga Rp 100 ribu
 
Penanggungjawab penjualan tiket PON, Deni Kurnia mengatakan bahwa masyarakat dapat membeli tiket di sejumlah tempat di Pekanbaru seperti, di Kantor PB PON jalan Gajah Mada, GOR Tribuana jalan Diponegoro, Metro Riau jalan Soekarno Hatta, Riaupos jalan HM Subrantas, Nine Production jalan Balam dan Tribun Pekanbaru jalan Harapan Raya.
 
"Sebanyak 2000 tiket hari ini sudah terjual. Kita berharap masyarakakat dapat membeli ditempat yang resmi agar terhindar dari penipuan dan tiket palsu," kata Deni kepada Okezone, Kamis (6/9/2012).
 
Sedangkan untuk penjualan tiket di Stadion Utama baru akan dijual pada 11 September 2012 atau pada hari pembukaan PON 2012.
 
(win)

Tuesday, September 4, 2012

Atlet-atlet Jateng Dilanda Cedera

SEMARANG – Ambisi cabang atletik Jawa Tengah untuk membawa pulang delapan medali emas juga terkendala cedera yang diderita sejumlah atlet andalannya. Suryo Agung menderita cedera pantat atau yang dikenal dengan nama latin gluteus maksimus saat melakukan persiapan jelang Olimpiade London 2012.

Karena cedera itu pula ia batal turun di even tersebut dan Indonesia akhirnya diwakili sprinter muda Fernando Lumain Di sektor putri, atlet andalan Trianingsih juga dikabarkan tengah didera cedera hamstring. Sementara Dwi Ratnawati  yang akan bertarung di nomor lempar cakram dan tolak peluru tengah dilanda cedera di sekitar pinggang.

Meskipun sempat didera cedera, namun sprinter Suryo Agung tetap optimistis mampu berprestasi di PON 2012/Riau. Dia juga yakin mampu mengamankan medali emas di nomor 100 meter. Keyakinan Suryo Agung bukan sekadar sesumbar. Dari hasil kejuaraan nasional Jatim Open yang digelar Maret lalu, catatan waktu tempuhnya masih terbaik dibandingkan pelari-pelari nasional lainnya.

Di ajang tersebut, Surto membukukan waktu  10, 52 detik. Dua pelari nasional asal NTB yaitu Iswandi dan Fadlin berada di belakangnya dengan catatan waktu masing-masing 10,68 detik dan 10,73 setik.

Sedangkan sprinter asal Papua Franklin Ramses Burumi yang meraih medali emas SEA Games 2011 lalu, saat ini dikabarkan tengah diterpa cedera dan belum ada kejelasan apakah bakal turun di Riau atau tidak.

”Untuk nomor 100 meter, saya masih memiliki keyakinan mampu berprestasi. Apalagi sejak awal memutuskan menjadi atlet lari, spesialisasi saya memang pada nomor 100 meter,” kata Suryo.

Dia mengakui, catatan waktu di Kejurnas Jatim Open masih jauh dari rekor nasional dan rekor SEA Games yang pernah dicetaknya pada 2009, yakni 10,17 detik. Meski demikian dengan waktu 10,52, ia masih yang terbaik di antara rekan- rekannya.

Di PON tahun ini, Suryo diharapkan mampu menyumbangkan dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter. Namun dia tidak bisa memberikan garansi untuk nomor 200 meter. Kesulitan Suryo di 200 meter karena informasi yang diterima, jadwal pertandingan untuk nomor tersebut digelar sebelum lomba lari 100 meter.

Menurut Suryo ini menjadi dilema tersendiri. Bahkan sampai sekarang dia belum memutuskan akan turun atau tidak di 200 meter. Dia khawatir, jika memaksakan turun di nomor 200 meter akan mengakibatkan kegagalan di dua nomor tersebut.

 ”Saya harus bijak memilih nomor apa yang akan saya ikuti nanti. Karena kondisi memang tidak memungkinkan. Saya akan melakukan konsultasi dengan pelatih dan tim kesehatan untuk membahas keikutsertaan di nomor 200 meter,” tandas pelari asal Solo ini. (Sundoyo Hardi/Koran SI/min)

Sunday, September 2, 2012

Tidak Cedera, Alonso Mengaku Lega

Fernando Alonso. (Foto: Reuters)
Fernando Alonso. (Foto: Reuters)

SPA-FRANCORCHAMPS – Fernando Alonso menyesal tidak berhasil mendapatkan poin di Grand Prix Belgia. Namun, Alonso mengaku beruntung tidak mengalami cedera parah akibat insiden itu.
 
Seperti diketahui, mobil Romain Grosjean yang kehilangan kendali menabrak mobil pemuncak klasemen pembalap itu dan juga Lewis Hamilton. Insiden itu memaksa Alonso finis dari lomba lebih awal.
 
Sementara itu, Sebastian Vettel mampu finis di peringkat kedua pada balapan kemarin. Dengan hasil ini, pembalap Red Bull itu mampu memangkas ketinggalan poin menjadi 24 angka dari pemuncak klasemen Alonso.
 
“Saya sangat kecewa karena kehilangan poin. Namun, saya merasa sangat beruntung karena bisa mengemudikan mobil dalam waktu lima hari mendatang di Monza,” jelas Alonso, dilaporkan Autosport, Senin (3/9/2012).
 
Akibat insiden dengan mobil Grosjean pada awal lomba tersebut, mobil bagian depan Alonso memang terlihat rusak parah. Pembalap asal Spanyol ini menjelaskan, insiden seperti itu bisa membuat cedera terhadap pembalap yang bersangkutan.
 
“Sebab jika dilihat dari gambar, kami memang sedikit berputar jadi anda bisa bermasalah di bagian tangan atau bahkan kepala karena sangat dekat dengan mobil Grosjean. Saya rasa kami menghancurkan mobil bagian atas. Jadi untuk aspek ini, saya bisa bilang beruntung,” tandasnya.
(hmr)

Pencak Silat DIY Bidik 1 Emas

YOGYAKARTA - Tim Pencak Silat DIY pada PON XVIII/2012 Riau, 9-20 September mendatang tidak muluk-muluk dalam mengejar target. Mereka hanya membidik 1 medali emas mengingat persaingan yang ketat dari kontingen lain di cabang olah raga (cabor) ini.
 
Manager Tim Pencak Silat DIY Slamet Latangga mengatakan, persaingan pencak silat di PON Riau sangat ketat. Tidak hanya kontingen dari Pulau Jawa saja, tetapi juga datang dari Sulawesi dan Sumatera.
 
"Kontingen dari Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY punya peluang merebut medali emas. Tapi kekuatan dari Sumatera Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan juga bagus. Intinya, persaingan di cabang ini sangat ketat," katanya, Minggu (2/9/2012).
 
Slamet mengatakan, melihat peta persaingan yang ketat, pihaknya hanya berani berani menargetkan bisa membawa pulang satu medali emas. "Kita tidak muluk-muluk, realisis saja. Karena persaingan ketat, kami hanya menargetkan satu medali emas. Kami optimis satu medali emas bisa dibawa pulang," ujarnya.
 
Tim Pencak Silat DIY akan mengirimkan 5 atlet terbaiknya di kancah pesta olahraga terbesar di Tanah Air ini. Mereka adalah La Ode Marsalin yang akan bertanding pada klas A putra 45-50 Kilogram (Kg), Erna Suryanti (klas B putri 50-55 Kg), Bayu Iswana (klas E putra 70-75 g), Nowo Tri Purnomo (klas F putra 75-80 Kg) serta Reza Hardiansyah (klas H putra 80-95 Kg).
 
Slamet enggan menyebutkan peluang satu medali emas tersebut ada di klas yang mana. "Saya keberatan menyebut klas mana yang berpeluang medali emas, takutnya nanti malah menjadi beban bagi si atlet. Sebenarnya setiap kelas yang kita ikuti berpeluang memberikan medali," ungkapnya.
 
Disinggung persiapan yang tinggal satu minggu lagi, Slamet menyebutkan sudah tidak ada persoalan baik secara tenis maupun nonteknis. Mental para atlet juga sudah siap 100%. "Secara fisik dan mental, para atlet sudah siap bertanding di ajang resmi. Semoga di antara mereka bisa membawa pulang medali emas seperti yang ditargetkan," pintanya.
 
Menurut dia, saat ini para atlet juga masih menjalani latihan intensif di training center (TC) sampai sehari menjelang keberangkatan ke Riau. Mereka akan terbang ke Riau pada 9 September mendatang. "Sehari sebelum berangkat kita tetap latihan. Kita manfaatkan waktu yang tersisa untuk digunakan sebaik-baiknya," ungkapnya.
(Ridwan Anshori/Koran SI/raw)