Monday, November 19, 2012

Belum Pulih, D'Antoni Tunda Besut Lakers

Mike D'Antoni. (Foto: Reuters)
Mike D'Antoni. (Foto: Reuters)

LOS ANGELES – Mike D'Antoni belum mendampingi Los Angeles Lakers ketika mengalahkan Houston Rockets. D’Antoni memutuskan untuk menunda membesut Lakers karena belum pulih benar dari cedera lututnya.
 
“Saya sangat kecewa, saya ingin sekali berada di bangku cadangan. Setelah berbicara dengan pelatih fisik Gary Vitti, dia meyakinkan saya untuk tidak perlu melakukannya,” ungkap D’Antoni kepada wartawan sebelum pertandingan melawan Rockets.
 
Meski tanpa D’Antoni, Lakers tetap mampu mengalahkan Rockets dengan skor 119-108 di Staples Center. Mantan pelatih New York Knicks ini kemungkinan akan tampil melawan Brooklyn Nets, Selasa mendatang.
 
Juru bicara Lakers John Black mengatakan, kombinasi sakit, kelelahan dan pengobatan yang membuat D’Antoni tidak dapat melatih Lakers, Minggu sore. Pelatih 61 tahun itu juga tidak dapat bergerak dengan bebas di pinggir lapangan.
 
“Masalah utamanya adalah saya tidak memiliki tenaga yang cukup untuk berada di lapangan hingga akhir pertandingan,” jelas pelatih asal Amerika Serikat itu, diberitakan ESPN, Senin (19/11/2012).
 
“Saya sudah mendampingi tim untuk latihan dan itu awal yang bagus, selanjutnya saya akan ada saat Lakers bertanding. Itu bisa saja Selasa atau Rabu, saya tidak tahu tapi Vitti akan mengabarkannya,” tandasnya.
(hmr)

Saturday, November 17, 2012

Lakers: Patung untuk Abdul-Jabbar

Kareem Abdul-Jabbar. (Foto: Reuters)
Kareem Abdul-Jabbar. (Foto: Reuters)

LOS ANGELES – Los Angeles Lakers secara resmi mendirikan patung Kareem Abdul-Jabbar di Staples Center. Jabbar merupakan pemain yang turut membawa Lakers meraih enam kali gelar juara NBA.

Jabbar juga masih menjadi pebasket dengan torehan angka terbanyak 38.387 poin di NBA. Dia mengikuti jejak sejumlah atlet seperti Wayne Gretzky, Earvin 'Magic' Johnson, Jerry West dan petinju Oscar De La Hoya yang patungnya sudah berdiri di Staples Center.

Sejumlah fans histeris begitu Lakers memperkenalkan patung setinggu 16 kaki itu. Patung itu bergambar sosok yang sedang memegang bola basket di tangan, yang sedang mencoba melakukan skyhook, yang menjadi gaya andalan Abdul-Jabbar di masa jayanya,

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda semua untuk membantu saya melewati semua ini. Perut saya seperti penuh dengan kupu-kupu,” ungkap Jabbar dengan nada yang gugup, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (17/11/2012).

“Hal seperti ini tidak pernah terjadi selama pertandingan. Itu tidak pernah terjadi selama pertandingan tapi berurusan dengan orang-orang adalah masalah yang berbeda, jadi mudah-mudahan saya akan bisa melewati ini,” sambungnya.

Sejumlah sosok yang dekat dengannya Johnson, West, Pat Riley dan James Worthy turut hadir dalam acara ini. Pebasket yang pernah memperkuat Lakers dari 1975-1989 itu mengucapkan terima kasih kepada mantan rekannya itu.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda semua yang sudah hadir untuk berbagi dengan even ini. Ini sangat berarti buat saya. Saya tidak bisa menjabarkan apa. Saya tidak bisa memulai menyampaikan apa artinya,” tandasnya.
(hmr)

Soal Gelar, Alonso Coba Santai

Fernando Alonso. (Foto: Reuters)
Fernando Alonso. (Foto: Reuters)

TEXAS – Fernando Alonso memang masih kalah cepat dengan Sebastian Vettel. Namun, pembalap Ferrari itu mencoba untuk santai menanggapi peluang meraih gelar juara Formula One (F1) musim ini.
 
Dalam sesi latihan pertama di Sirkuit of Amerika, Vettel masih mendominasi sesi latihan pertama dan kedua. Sedangkan Alonso harus puas menempati peringkat ketiga. Dia kalah cepat dari Mark Webber, yang menempati posisi kedua dengan selisih waktu 0.008 detik.
 
“Dua Red Bull menempati pertama dan kedua di sesi latihan, seperti di empat atau lima balapan terakhir. Tidak terkejut; mereka memang tim paling cepat di sana,” ungkap Alonso, diberitakan Sky Sports, Sabtu (17/11/2012).
 
“Red Bull memiliki paket yang cepat, mereka menjadi yang tercepat di latihan pertama dan kedua. Red Bull juga menempati peringkat pertama dan kedua di semua kualifikasi, jika semua berjalan lancar, maka mereka akan menempati peringkat pertama dan kedua di lomba,” sambungnya.
 
Kendati demikian, Alonso tidak akan menyerah. Mantan pembalap Renault dan McLaren ini mengharapkan, mobil Vettel mengalami masalah dalam perlombaan nanti. Jika itu terjadi, Alonso akan mencoba untuk mengambil kesempatan yang ada.
 
“Namun terkadang perlombaan tidak berjalan dengan normal. Kami menaruh tekanan pada lomba Minggu besok, kami akan mengambil kesempatan yang ada, kami akan bertarung hingga habis di lomba nanti,” tegas Alonso.
 
“Red Bull adalah tim yang sangat cepat dan tangguh dalam mengumpulkan angka. Namun, kami akan mencoba mengumpulkan 11 angka lebih banyak dari mereka. Kami masih sangat yakin untuk itu,” tandasnya.
(hmr)

Tuesday, November 13, 2012

Federer Bikin Murray Merasa Tak Dicintai

Andy Murray. (Foto: Reuters)
Andy Murray. (Foto: Reuters)

LONDON - Pada partai semifinal ATP World Tour Finals, Roger Federer mendapat dukungan meriah dari para penonton yang memadati 02 Arena. Ironisnya, O2 Arena terletak di London, Inggris, yang merupakan kandang petenis yang menjadi lawan Federer, Andy Murray.
 
Pada pertandingan yang berakhir 7-6 6-2 untuk kemenangan FedEx tersebut, dukungan terhadap Murray memang tak seperti saat final Olimpiade 2012 di All England Club, Wimbledon. Namun, petenis berusia 25 tahun tersebut mengerti, karena Federer memang layak mendapatkannya.
 
“Saat Anda bermain melawan Roger di manapun di dunia ini, dia (pasti) akan mendapat dukungan luar biasa. Melihat segala pencapaian yang telah diraihnya, dia memang pantas mendapatkan hal itu,” ujar Murray, seperti dilansir The Telegraph, Selasa (13/11/2012).
 
Federer sendiri mengatakan awalnya ia tak menyangka akan mendapat sambutan meriah di O2 Arena. Namun, ketika mengetahui besarnya dukungan yang datang, FedEx enggan terlena dan tetap menunjukkan permainan terbaiknya demi meraih partai puncak.
 
“Anda tidak bisa mengharapkan dukungan hebat (dari penonton) di negara ini, jika bermain melawan Andy. Jadi, saya respek terhadap dukungan yang telah diberikan. Tapi, saya tak menganggap hal itu sebagai bantuan kepada saya,” ujar Federer.
 
Kendati banjir dukungan sejak awal, perjalanan Federer di turnamen tersebut berakhir antiklimaks. Pada partai puncak, ia tunduk dari Djokovic melalui pertarungan dua set yang sengit. Kekalahan tersebut juga membuat FedEx gagal meraih gelar yang sama untuk ketujuh kalinya. (dit)

Monday, November 12, 2012

Chris John Dapat Bonus Dari Pemkot Semarang

Chris John. (Foto: Reuters)
Chris John. (Foto: Reuters)

SEMARANG - Setelah berhasil mempertahankan gelar juara dunia untuk ke-17 kalinya, petinju kebanggaan Indonesia Chris John disambut meriah setibanya di Bandara Achmad Yani, Semarang, Senin (12/11) sore.

Sejumlah pejabat Kota Semarang termasuk wakil wali kota, Hendrar Prihadi menyambut kedatangan The Dragon bersama keluarganya. Tak hanya itu, pemkot Semarang juga memberikan bonus kepada petinju berusia 33 tahun itu. Kepada wartawan, Hendrar mengatakan bonus tersebut sebagai apresiasi kepada prestasi yang diraih Chris.

"Meskipun nilainya tidak seberapa, tetapi ini merupakan apresiasi yang kami berikan untuk Chris John. Saya harap dengan gelar ke-17 nya kali ini bisa memicu petinju-petinju lain khususnya di Jawa Tengah," ujar Hendrar yang enggan menyebut jumlah bonus yang diberikan.

Chris John berhasil mengharumkan Indonesia setelah mengalahkan petinju Thailand, Chonlatarn Piriyapinyo, Jumat (9/11/2012), di Marina Bay Sands, Singapura, melalui kemenangan angka. Kemenangan ini membuatnya menyandang gelar juara Super Champion kelas bulu WBA sejak pertarugan pada 26 September 2003, saat mengalahkan Oscar Leon (Kolombia) di Bali.

Tak hanya itu, kemenangan ini juga membuat rekor tak terkalahkan Chris John tetap terjaga. Petinju asal Banjarnegara Jawa Tengah itu kini memiliki rekor 48 kali menang, 22 di antaranya dengan KO, dan dua kali seri.

"Saya cukup puas dengan kemenangan ini, sejak awal saya memang berusaha keras untuk memenangkan pertandingan. Saya sangat berterimakasih atas sambutan dan apresiasi dari Semarang," kata Chris John. (dit)

Crutchlow: Saya Jauh Lebih Cepat dari Rossi

Cal Crutchlow. (Foto: Reuters)
Cal Crutchlow. (Foto: Reuters)

LONDON - Mengakhiri musim dengan berada di posisi tujuh klasemen akhir tentu bukan hal menyenangkan bagi pembalap Tech 3, Cal Crutchlow. Namun, pembalap berkebangsaan Inggris itu mengatakan kalau posisi klasemen tidak mencerminkan performanya.

Crutchlow finis di belakang rekan setimnya, Andrea Dovizioso (peringkat empat) dan juara dunia tujuh kali dari Ducati, Valentino Rossi (peringkat enam). Namun, pembalap berjuluk The Dog itu mengatakan bahwa di lintasan, penampilannya lebih kompetitif dibandingkan The Doctor.

“Saya menjalani musim yang hebat, dan finis ketujuh di kejuaraan tidak mencerminkan kecepatan saya. Valentino (Rossi) menjalani musim yang buruk. Dia mengalahkan saya di kejuaraan, sehingga dii atas kertas itu terlihat buruk. Tapi saya lebih cepat dari dia,” ujar Crutchlow, seperti dilansir MCN, Senin (12/11/2012).

“Dia finis ke-11 pada beberapa lomba dan hanya mendapat sedikit poin, tapi saya telah bertarung untuk podium. Saya tidak bertarung untuk tempat yang lebih buruk dari posisi lima,”sambung pembalap berusia 27 tahun tersebut.

Pada seri penutup MotoGP di Valencia, Crutchlow gagal menyelesaikan lomba karena terjatuh, tujuh lap sebelum lomba berakhir. Padahal, ia tengah memacu motornya di posisi dua.

“Saya kecewa tidak finis kedua, tapi saya telah menunjukkan kecepatan yang saya miliki, dan berharap Yamaha akan memberi kami paket (motor) yang lebih baik (tahun depan). Jadi, saya bisa bertarung untuk meraih podium setiap pekan,” ujar Crutchlow

“Casey (Stoner) sudah berhenti, tapi (Marc) Marquez akan bergabung. Sulit untuk meraih podium pada musim depan, mungkin lebih sulit dibandingkan tahun ini. Jadi, kami ingin Yamaha memberi kami mesin-mesin yang bagus,” sambungnya. (dit)

Sunday, November 11, 2012

Jinakkan Del Potro, Djokovic Tembus Final

Posisi Novak Djokovic sebagai petenis nomor 1 dunia dipastikan aman/Reuters
Posisi Novak Djokovic sebagai petenis nomor 1 dunia dipastikan aman/Reuters

LONDON – Petenis nomor 1 dunia Novak Djokovic berhasil melangkah ke final ATP World Tour Finals usai di semifinal menaklukan Juan Martin Del Potro.
 
Djokovic menang lewat pertarungan ketat selama tiga set 4-6 6-3 6-2 selama dua jam 11 menit.
 
Dengan peringkat 1 dunia sudah terjamin apapun hasil di final nanti, Djokovic pun mengincar gelar penutup musim yang kedua sepanjang kariernya.
 
Bertanding di O2 Arena, London, Djokovic mendapat perlawanan sengit dari petenis jangkung asal Argentina itu. Servis kencang bak roket dan forehand yang melesat bak anak panah membuat Djokovic tak berkutik di set pembuka.
 
Petenis Serbia itu pun menyerah 4-6 di set pertama dalam waktu 47 menit. Keadaan tampak belum membaik bagi Djokovic di set kedua.
 
Namun, kemenangan atas Roger Federer di laga terakhir penyisihan Grup B yang begitu menguras energi Del Potro akhirnya mulai memberi dampak buruk. Del Potro menjadi kelelahan dan kerap membuat kesalahan sendiri.
 
Djokovic pun berbalik unggul 6-3 di set kedua. Strategi Djokovic yang memaksa Del Potro bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya pada set penentuan semakin membuat petenis nomor 9 dunia itu kelabakan.
 
Djokovic akhirnya menang mudah 6-2 dan berhak melenggang ke laga pamungkas turnamen bergengsi ini.
(auz)