Sunday, December 16, 2012

Lorenzo: Ini Pengalaman Luar Biasa

Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)

BANGKOK – Jorge Lorenzo memang gagal menjadi juara di Race Of Champions. Namun, juara MotoGP 2012 itu menikmati pengalaman membalap dengan para rider dari ajang motorsport dunia itu.
 
Untuk pertama kalinya pembalap Yamaha itu ambil bagian dalam ajang Race of Champions di Bangkok, pekan kemarin. Ini membuat Lorenzo menjadi salah satu pembalap terbaik di dunia.
 
Dalam even yang berlangsung selama dua hari itu, Lorenzo memang berkesempatan untuk membalap dengan beberapa pembalap dunia menggunakan berbagai mobil yang berbeda di Bangkok. Lorenzo merupakan salah satu dari dua pembalap MotoGP.
 
Selain pembalap asal Spanyol itu, ada mantan juara dunia MotoGP Mick Doohan yang ikut kompetisi ini. Lorenzo yang berpasangan dengan Tom Cristensen, hanya mampu menembus babak semifinal di Race of Champions kategori tim.
 
Setelah tidak membalap di Race Of Champions, Lorenzo menjadi tamu kehormatan untuk Yamaha yang di Bangkok. Dia membuka sebuah even yang sedang berlangsung di sana dan bertemu dengan para pembalap dari Thailand.
 
“Ini sebuah pengalaman fantastis untuk berada di Thailand lagi. Masyarakat di sini sangat bersahabat. Selalu menyenangkan bisa ada di sini. Saya sangat menikmati balapan di Race of Champions ini,” ujar Lorenzo, diberitakan Crash.
 
“Pembalapnya sangat berbakat dan sebuah tantangan untuk bisa bersaing dengan mereka. Saya ingin kembali lagi tahun depan dan mungkin membawa beberapa motor mereka untuk dicoba,” sambung pembalap 25 tahun itu.
 
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua teman saya di Yamaha Thailand yang sudah menyambut saya. Saya berharap bisa kembali ke sini dan melihat mereka lagi tahun depan,” tandasnya.
(hmr)

Saturday, December 15, 2012

Espargaro Sebut Jorge Sebagai Sosok Berpengaruh

Aleix Espargaro. (Foto: Reuters)
Aleix Espargaro. (Foto: Reuters)

NOALE - Aleix Espargaro sukses menjadi pembalap terbaik -di antara para pembalap CRT- pada MotoGP musim 2012. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu mengatakan, kesuksesannya tak bisa dilepaskan dari peran manajer tim, Jorge Martinez.
 
Pada musim 2012 lalu, Espargaro finis ke-12 pada klasemen akhir MotoGP dengan poin 74, atau unggul 12 poin dari rekan setimnya, Randy de Puniet di posisi 13. Dari 18 seri yang dilewati, pembalap berusia 23 tahun tersebut gagal finis hanya dua kali. Dan, posisi terbaik yang pernah ia raih adalah dengan finis pada posisi delapan pada GP Malaysia.
 
“Musim dingin lalu, saya tak tahu apakah akan berkompetisi di Moto2 atau MotoGP, tapi kemudian saya tahu saya akan bersama Power Electronics Aspar. Kemudian, saya juga tahu bahwa Jorge memiliki harapan besar pada saya untuk memberikan tekanan, dan saya mampu,” ujar Espargaro, seperti dilansir Roadracing World, Sabtu (15/12/2012).
 
“Jorge membantu saya dalam aspek ini. Dia membuat saya lebih kalem dan percaya diri, dan itu sangatlah penting bagi seorang pembalap dan dia telah menunjukkan bagaimana agar segalanya bisa mudah,” sambung pengendara motor bernomor 41 tersebut.
 
Espargaro, yang mendapat begitu banyak pelajaran pada musim 2012 lalu, yakin bisa menunjukkan performa lebih bagus pada musim 2013 mendatang. “Banyak hal berubah secara signifikan musim (2012) ini, dan mereka membuat saya berkembang sebagai pembalap,” pungkas Espargaro. (dit)

Friday, December 14, 2012

Lorenzo & Doohan Siap Tempur

Jorge Lorenzo siap mempertaruhkan nama dan kehormatan MotoGP di ajang Race of Champions/Daylife
Jorge Lorenzo siap mempertaruhkan nama dan kehormatan MotoGP di ajang Race of Champions/Daylife

BANGKOK – Dua wakil MotoGP, Jorge Lorenzo dan Mick Doohan siap mempertaruhkan kehormatan kuda besi di ajang Race of Champions yang akan digelar di Bangkok pada Minggu lusa. Ini merupakan pengalaman pertama bagi Lorenzo.
 
Digelar untuk ke-25 kalinya, even tahunan ini menghadirkan peserta dari ajang F1, MotoGP, WRC, Touring Cars, Le Mans, IndyCar hingga X-Games untuk bertarung di kendaraan roda empat.
 
Lorenzo tergabung di Grup C bersama Doohan, Sebastian Vettel, dan jawara RoC Thailand. Pria Spanyol 25 tahun tersebut kini sudah berada di Bangkok dan dirinya mengaku antusias melakoni debutnya di RoC.
 
“Ini pertama kalinya saya berpartisipasi di sini, jadi terima kasih atas undangannya sehingga saya bisa bertarung dengan juara-juara luar biasa tersebut,” kata Lorenzo seperti dikutip dari Crash.
 
“Mick dan saya merupakan ahlinya roda dua, maka menarik melihat apa yang bisa kami lakukan. Saya juga terkadang berlomba di roda empat, seperti Reli Monza belum ini,” ujar Lorenzo.
 
Berikut pembagian grup RoC dan Nations Cup:
Race of Champions
Grup A: Sebastian Ogier (WRC), Jamie Whincup (V8 Supercar), David Coulthard (F1), Benito Guerra (WRC).
 
Grup B: Tom Kristensen (WEC), Andy Priaulx (DTM), juara RoC Asia 1, juara RoC Thailand 1.
 
Grup C: Sebastian Vettel (F1), Jorge Lorenzo (MototGP), Mick Doohan (MotoGP), juara RoC Thailand 2.
 
Grup D: Michael Schumacher (F1), Ryan Hunter-Reay (Indy Car), Romain Grosjean (F1), juara RoC Asia 2.
 
Nations Cup
Grup A: All Star (Lorenzo & Kristensen), Amerika (Guerra & Hunter-Reay), Prancis (Grosjean & Ogier), Inggris (Coulthard & Priaulx).
 
Grup B: Australia (Doohan & Whincup), Jerman (Schumacher & Vettel), Thailand (TBA), juara RoC Asia.
(auz)

Thursday, December 6, 2012

Hamilton: McLaren Selalu Jadi Rumah Saya

Lewis Hamilton. (Foto: Reuters)
Lewis Hamilton. (Foto: Reuters)

LONDON - Pada ajang Formula 1 (F1) musim 2013 mendatang, Lewis Hamilton akan memulai petualangannya bersama tim baru, Mercedes. Namun, pembalap berkebangsaan Inggris tersebut tidak menutup kemungkinan jika suatu saat kembali ke tim yang membesarkannya, McLaren.
 
Hamilton memulai kariernya di ajang F1 bersama McLaren pada 2007 silam, dan langsung menjadi runner-up. Di tahun keduanya, pembalap berusia 27 tahun tersebut meraih prestasi terbaik, menjadi juara dunia. Namun, empat tahun berikutnya, Hamilton hanya bisa finis di posisi empat dan lima pada klasemen akhir.
 
“Anda tak bisa mengatakan tidak karena saya memiliki waktu yang hebat (di sana). Saya pikir, (McLaren) akan selalu menjadi rumah saya,” ujar Hamilton, seperti dilansir Autosport, Jumat (7/12/2012).
 
“Saya akan selalu ingat dari mana saya berasal. Kembali lagi kesana akan menjadi sesuatu yang menyenangkan suatu saat nanti. Tapi, (untuk saat ini), saya ingin pergi dan mencari sejumlah pengalaman,” sambung pembalap yang telah meraih 49 podium sepanjang kariernya sejauh ini.
 
Hamilton juga mengibaratkan dirinya sebagai seseorang yang tengah liburan, sehingga, suatu saat nanti ia mungkin akan pulang ke rumah. “Ini seperti meninggalkan rumah dan melakukan perjalanan untuk sementara waktu. Tapi, saya melakukannya dengan tim yang berbeda,” pungkas Hamilton. (dit)

Wednesday, December 5, 2012

Enam PB Walk-Out dari Kejurnas PBSI

Adrianti Firdasari yang turut membela PB Jaya Raya (Foto: PBSI)
Adrianti Firdasari yang turut membela PB Jaya Raya (Foto: PBSI)

SOLO - Kejuraaan nasional (Kejurnas) bulutangkis yang digelar di Gelanggang Sritex Solo, 4-8 Desember hanya diikuti 15 klub. Sebanyak 6 persatuan bulutangkis (PB) memilih mengundurkan diri atau walk out di ajang yang merupakan puncak dari berbagai turnamen yang digelar selama 2012 ini.
 
Enam PB yang dinyatakan WO yakni PB Ganesha Banten (grup B), PB Dewa Sulawesi Tengah (grup A), Radar Sulawesi Tengah (grup C), PB Icli Gowata Sulsel (grup A) serta PB Kusuma Klaten (grup B). "Ada enam klub yang mundur dari turnamen ini, sehingga hanya diikuti 15 klub," kata Kabid Turnamen dan Perwasitan demisioner PB PBSI, Mimi Irawan, Rabu (5/12/2012).
 
Menurut dia, sejumlah PB yang memilih mundur karena ada masalah teknis jadwal. Namun, hal itu langsung bisa diperbaiki sehingga tidak ada persoalan lagi. "Memang sempat ada masalah terkait jadwal. Namun kini sudah bisa diminimalisir, sehingga tidak mengurangi persaingan dan gengsi kejuaraan ini,” katanya.
 
Sementara itu, pada pertandingan babak awal, sejumlah PB unggulan tanpa kesulitan mengalahkan lawan-lawannya. Bahkan ada 7 PB yang menang dengan skor telak 5-0. Mereka yang mulus melenggang adalah PB Jaya Raya Jakarta, PB SGS PLN Bandung, PB Hi Qua Wima Surabaya, Tangkas Specs Jakarta, PB Djarum Kudus, PB Mutiara Bandung dan PB Jaya Raya Suryanaga.
 
PB PMS Solo yang di ajang ini sebagai tuan rumah, juga tidak mampu berbuat banyak. Di babak awal, PB PMS ditekuk PB Hi Qua Wima dengan skor mencolok 5-0. Kekalahan ini PB PMS menemui langkah berat untuk bisa melenggang ke babak semi final. Pasalnya, untuk lolos ke babak berikutnya, PB PMS harus menduduki runner up grup.
 
PB PMS berada di grup A bersama PB Jaya Raya Jakarta, PB Hi-Qua Wima, PB Dewi Sulawesi Tengah dan PB ICLI Gowata Sulawesi Selatan. Sayangnya, kedua PB asal Sulawesi ini mengundurkan diri alias WO.
 
Otomatis, PB PMS harus bisa menang saat berjibaku melawan PB Jaya Raya. Persoalannya adalah PB Jaya Raya ini merupakan tim unggulan karena dihuni materi pemain berkelas seperti Markis Kido, Hendra Setiawan , Bona Septano, Greysia Polii, Adrianti Firdasari dan Pia Zebaidah.
 
Perwakilan PB PMS, Irfan mengakui untuk lolos ke babak semi final sangat sulit, terlebih di laga perdana harus kalah telak 0-5. "Untuk lolos ke babak selanjutnya, harus runner up. Namun, menghadapi PB Jaya Raya ibaratnya butuh keajaiban bagi kami. Tim kami bermateri pemain muda, sementara PB Jaya Raya bermateri pemain hebat," ungkapnya.
(Ridwan Anshori/Koran SI/raw)

Indonesia Kebut Babak Kedua

Mochamad Rizki Dely Nugraha/Sri Wulan Sari gagal melenggang ke babak Kedua (Foto: PBSI)
Mochamad Rizki Dely Nugraha/Sri Wulan Sari gagal melenggang ke babak Kedua (Foto: PBSI)

HWASUN-GUN – Dari sejumlah wakil Indonesia yang turun di hari kedua Korea GP Gold 2012, mayoritas mampu menggeber kemenangan demi memijak babak selanjutnya. Hari kedua yang dimulai sejak pagi, hanya meninggalkan empat wakil yang gugur di fase awal.
 
Mereka adalah pasangan ganda campuran Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika dan Mochamad Rizki Dely Nugraha/Sri Wulan Sari, ganda putra Andrei Adistia/Christopher Rusdianto, serta tunggal putri Renna Suwarno. Tiga pasangan ganda pertama, dibekuk wakil-wakil tuan rumah, Korea Selatan (Korsel). Sementara Renna dikandaskan pebulutangkis Filipina, Yasbel Carlos Ma Blanca (hasil lengkap di keterangan bawah).
 
Namun Indonesia belum kekurangan delegasi, bahkan cenderung melimpah di babak berikutnya. Pasangan Gloria Emmanuel Widjaja/Alfian Eko yang berpredikat ketiga di sektor ganda campuran, mendapat jatah Bye dan bakal menghadapi duet China Taipei, Liao Kuan Hao/Chien Yu Chin, besok di babak kedua.
 
Sedangkan yang sejumlah pendekar raket yang berhasil melenggang ke babak kedua, tercatat Yenni Asmarani, Maziyyah Nadhir, Aprilia Yuswandari di sektor tunggal putri, dan Deariska Putri Medita/Khaeriah Rosmini di ganda putri dan terakhir yang bermain petang ini, duet ganda putra, Berry Angriawan/Yohanes Rendy Sugiarto.
 
Pengecualian untuk tunggal putra, Wisnu Yuli Prasetyo dan Riyanto Subagja, memijak babak ketiga dan selangkah lagi terpisah dari perempatfinal. Besok, Wisnu Yuli sudah dihadapkan pebulutangkis Sri Lanka, Niluka Karunaratne, sedangkan Riyanto sudah dinanti pemain Malaysia, Iskandar Zulkarnain Zainuddin.
 
Hasil Lengkap Wakil-Wakil Indonesia di Hari Kedua Korea GP Gold 2012:
Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika vs Kim Dae Eun/Hae Won Yoo (Korsel): 18-21 21-8 15-21
Mochamad Rizki Dely Nugraha/Sri Wulan Sari vs Kang Ji Wook/Choi Hye In (Korsel): 9-21 8-21
Yeni Asmarani vs Yurie Kinoshita (Jepang): 21-17 21-15
Maziyyah Nadhir vs Getter Saar (Estonia): 21-16 21-9
Renna Suwarno vs Yasbel Carlos Ma Blanca (Filipina): 18-21 21-12 17-21
Aprilia Yuswandari vs Anna Astrakhantseva (Rusia): 21-6 21-9
Riyanto Subagja vs Wang Tzu Wei (China Taipei): 21-15 21-19
Wisnu Yuli Prasetyo vs Jung Ki Hwa (Korsel): 21-8 19-21 21-11
Deariska Putri Medita/Khaeriah Rosmini vs Khulangoo Baatar/Munkhchimeg Mendjargal (Mongolia): 21-2 21-7
Andrei Adistia/Christopher Rusdianto vs Lee Haeng Ham/Song Chang Yeop (Korsel): 19-21 14-21
Berry Angriawan/Yohanes Rendy Sugiarto vs Nelson Wei Keat Heg/Teo Ee Yi (Malaysia): 24-22 21-18.
(raw)

Sunday, December 2, 2012

12 Negara Ikut Piala Asia Bola Tangan di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Sebanyak 12 negara ambil bagian dalam Piala Asia Bola Tangan Wanita, 7-16 Desember di Yogyakarta. Event ini sudah memasuki gelaran ke-14. Sedangkan Indonesia baru pertama kali berperan sebagai tuan rumah. Juara 1-3 akan mewakili Asia pada kejuaraan dunia di Serbia, 2013 mendatang.
 
Mustafa Mashyur, Bidang Pembinaan, Prestasi, dan Hubungan Luar Negeri Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) mengatakan, kejuaraan Asia ini sengaja digelar di Yogyakarta karena beberapa pilihan. di sini, venue yang akan digunakan berada di tengah kota.
 
Selain itu, Yogyakarta merupakan kota pelajar. Mustafa berharap pelajar dapat menyaksikan bola tangan setelah ujian semester. “Akses venue cukup mudah di Yogya. Kami berharap banyak pelajar bisa menyaksikan kejuaraan ini setelah ujian semester,” kata Mustafa, Senin (3/12/2012).
 
Mustafa mengakui olahraga bola tangan belum terlalu populer di Indonesia. Karena itu dengan digelarnya Piala Asia, dia berharap cabang ini makin dikenal dan bisa menjamur di tengah masyarakat seperti cabang lainnya. Apalagi, fasilitas seperti lapangan yang digunakan tidak berbeda jauh dengan futsal.
 
Adi Zamzami, Sekjen ABTI menambahkan, Indonesia sendiri memang belum diperhitungkan di cabang olah raga bola tangan (handball). Bahkan di level Asia, Indonesia masih sulit menerobos hegemoni tim-tim Asia Timur seperti Jepang atau juara bertahan Korea Selatan.
 
Apalagi, menandingi tim dari pecahan Uni Soviet, seperti Kazakhstan, Uzbekistan. Namun, kenyataan itu tak mengurangi antusias Indonesia saat ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Asia tahun ini. “Semangat mempopulerkan bola tangan menjadi alasan kami untuk menjadi tuan rumah Piala Asia,” tambahnya.
 
“Target kami memang bukan prestasi. Sebab, apabila prestasi ukurannya, jelas Indonesia belum bisa bersaing dengan negara lain. Kekuatan kami masih jomplang. Tapi kami punya keinginan mempopulerkan bola tangan.
Dan kami berharap banyak dari kejuaraan ini,” sambungnya.
 
12 negara yang ambil bagian dalan kejuaraan ini dibagi dalam dua grup.
Grup A diisi Korea Selatan, Cina, Korea Utara, Iran, Taiwan, dan Indonesia selaku tuan rumah. Grup B diisi Kazakhstan, Jepang, Uzbekistan,Turkmenistan, Kuwait, dan India.
 
Bola tangan sendiri dimainkan masing-masing tujuh pemain, dengan tujuh cadangan. Teknis permainan menggunakan tangan dengan cara melempar, mengumpan, menangkap dan men-dribble untuk memasukkan bola ke gawang.
Ukuran bola lebih kecil dari yang dipakai dalam sepakbola.
 
Setiap tim berhak meminta time out tiga kali.Pergantian pemain bebas.
Lalu, memegang bola hanya diizinkan tiga menit saja.
 
(Sodik Arrasyid/Koran SI/win)