Wednesday, August 29, 2012

"Federer, Nadal, dan Djokovic Mustahil Dikalahkan"

Novak Djokovic dan Rafael Nadal, penguasa tenis dunia saat ini/Getty Images
Novak Djokovic dan Rafael Nadal, penguasa tenis dunia saat ini/Getty Images

NEW YORK – Jo-Wilfried Tsonga dan Tomas Berdych memang ditempatkan sebagai unggulan kelima dan keenam di US Open, tapi mereka mengakui bahwa mustahil merebut gelar selama masih ada Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic. Ketiganya berada di level yang berbeda.
 
“Adalah bagus jika Anda bisa mengalahkan salah satu dari orang-orang ini; dua, itu luar biasa; tiga, untuk saat ini bisa dikatakan mustahil,” kata Tsonga seperti dikutip dari IOL.
 
Wajar Tsonga berpendapat seperti itu. Trio grand master tenis ini menyapu 29 dari 30 gelar grands slam sejak Rafael Nadal meraih titel Prancis Terbuka pertamanya pada 2005 lalu. Bila dirinci, Federer meraup 13 gelar, Nadal 11 titel, dan Djokovic lima trofi.
 
Hanya Juan Martin del Potro, satu-satunya petenis yang mampu menghentikan dominasi ketiganya saat menyabet gelar US Open dengan mengalahkan Federer pada 2009 lalu. Pada US Open 2012 kali ini, Federer pun ditempatkan sebagai unggulan teratas.
 
Berdych menilai gelaran grand slam hanya untuk tiga orang, Federer, Nadal, dan Djokovic. Mungkin hanya Andy Murray yang dapat mengganggu.
 
“Kejuaraan ini bukan untuk semua orang. Untuk saat ini, mungkin hanya untuk tiga orang. Itulah kenyataannya. Kita mungkin sedang berada di era terbaik dari olah raga ini,” ujar Berdych.
 
“Mungkin hanya Andy Murray yang mendekati ketiganya. Tapi dia juga berkali-kali kalah di final dan belum memenangi satu pun gelar grand slam,” sebut Berdych.
(auz)

Tuesday, August 28, 2012

Rossi: Lorenzo Masih Favorit Juara

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)

BRNO – Pembalap Jorge Lorenzo gagal meraih kemenangan di MotoGP Ceska. Meski demikian, Valentino Rossi mengatakan Lorenzo masih favorit untuk menjuarai MotoGP musim ini.
 
Lorenzo tampil sangat baik sepanjang lomba MotoGP Ceska, pekan kemarin. Pembalap Yamaha Racing itu memimpin sepanjang 22 lap. Namun, Dani Pedrosa berhasil mencuri kemenangan menjelang balapan berakhir.
 
Pedrosa berhasil unggul 0.176 detik dari Lorenzo. Kemenangan ini, membuat bintang Repsol Honda itu berhasil memangkas ketinggalan menjadi 13 poin saja dari sang pemuncak klasemen Lorenzo.
 
Perlombaan MotoGP musim ini sudah tersisa enam musim lagi. Rossi, yang musim depan akan kembali memperkuat Yamaha menilai Lorenzo merupakan pembalap yang sulit ditaklukkan dan berpeluang merebut gelar juara MotoGP.
 
“Favorit untuk memenangkan gelar juara masih Lorenzo. Saya rasa karena Lorenzo memiliki keunggulan dalam meraih poin. 13 poin menjadi perbedaan yang sangat kecil dan sekarang Lorenzo mulai konsentrasi dan tidak mau membuat kesalahan lagi,” kata Rossi.
 
“Begitu juga dengan Pedrosa. Hasilnya tidak selalu negatif untuk Lorenzo, tapi bisa saja positif untuk Pedrosa. Sebab, dia mampu mengalahkan Lorenzo di putaran terakhir. Ini akan menjadi enam lomba yang sangat menarik,” tandasnya, dilaporkan Crash, Selasa (28/8/2012).
(hmr)

Monday, August 27, 2012

Tolak Tawaran Profesional, Murata Pilih Pensiun

Ryota Murata (Foto: Reuters)
Ryota Murata (Foto: Reuters)

NARA – Pemegang medali emas Olimpiade London 2012 di cabang tinju kelas menengah, Ryota Murata, mementahkan tawaran naik ke level profesional senilai USD1 juta. Malah, Murata memilih pensiun dan melanjutkan pendidikannya.
 
Pada ajang multi-event terbesar di Inggris Raya lalu, Murata menjadi salah satu pujaan publik Jepang. Petinju amatir berusia 26 tahun itu mengentaskan puasa emas selama 48 tahun bagi negeri Sakura itu di cabang tinju.
 
Layaknya di cabang-cabang lain, Olimpiade tentu menjadi salah satu wadah bagi para pencari bakat dan promotor dan salah satu promotor terkemuka Amerika Serikat, sempat menawarkannya untuk naik ke level profesional.
 
Tapi sekali lagi, Petinju kelahiran Prefektur (Provinsi) Nara itu menolak. Baginya, dunia tinju sudah berakhir baginya pada Olimpiade lalu. Alasannya, Murata sudah pernah pensiun dan comeback demi Olimpiade. Tapi tujuannya hanya itu dan akan kembali gantung sarung tinju agar bisa meneruskan pendidikan tingginya.
 
“Olimpiade menjadi bab terakhir dari saya dan karier tinju saya. Pada dasarnya, saya tak punya rencana untuk melanjutkan karier lagi. Saya ini seseorang yang sudah pernah pensiun dan kembali lagi,” papar Murata, seperti dilansir BoxingScene, Senin (27/8/2012).
 
“Saya tak punya pikiran untuk kembali lagi. Nantinya akan ada petinju baru yang lebih muda untuk membela Jepang di Rio (de Janeiro, 2016). Saya pun tak tertarik bicara banyak di media seperti ini. Saya hanya ingin berhenti,” paparnya.
 
Murata mengalungi medali emas setelah di final mengalahkan wakil Brasil, Esquiva Falcao, dengan kemenangan 21-12. Murata juga menjadi peraih emas ke-100 bagi kontingen Jepang selama ini.
 
Murata juga meneruskan prestasi Takao Sakurai di Olimpiade Tokyo 1964. Selanjutnya, Murata berniat meneruskan pendidikannya dengan mencanangkan jurusan Keolahragaan dan Bahasa Asing.
(raw)

Durant: di Atas Kertas, Lakers Favorit

OKLAHOMA – Setelah Chris Bosh meragukan kemampuan Los Angeles Lakers, giliran Kevin Durant juga memiliki pendapat yang sama. Durant mengatakan, Lakers hanya unggulan di atas kertas saja.
 
Setelah kegagalan musim kemarin, Lakers memang sedang berbenah. Skuad besutan Mike Brown itu sangat sibuk pada bursa transfer NBA. Setelah mendatangkan Steve Nash, Brown merekrut center Dwight Howard.
 
Tentu, kehadiran Howard semakin membuat tangguh skuad Lakers. Apalagi, sebelumnya Lakers sudah memiliki dua mega bintang Kobe Bryant dan Pau Gasol. Komposisi ini membuat Lakers langsung diunggulkan untuk menjadi juara NBA musim lalu.
 
Durant mencoba untuk menanggapi kekuatan baru yang dimiliki Lakers. Bintang Oklahoma City Thunder itu mengakui kalau di atas kertas skuad Lakers memang sangat lengkap sekali. Namun, bukan berarti Bryant dkk akan menjadi juara NBA.
 
“Orang di luar, fans, media tentu mereka akan mengatakan (Lakers merupakan favorit juara). Sebab di atas kertas Lakers memiliki skuad terbaik di NBA. Namun, anda harus memainkan pertandingan. Kami menghormati semua orang. Kami akan melewati NBA dengan menghormati semua lawan,” kata Durant.
 
Thunder merupakan finalis NBA tahun lalu. Sayang, Durant dkk gagal menjadi juara setelah ditumbangkan Miami Heat di final. Namun, Durant sudah melupakan kegagalan tersebut.
 
“Tim kami sudah termasuk dalam deretan elite, namun kami harus membuktikannya lagi. Tahun lalu sudah saya lupakan,” tandas pemain yang baru membawa Amerika Serikat meraih emas di Olimpiade London, dilansir dari Yardbarker, Senin (27/8/2012).
(hmr)

Sunday, August 26, 2012

Wade: James Sulit Lewati Jordan

LeBron James. (Foto: Reuters)
LeBron James. (Foto: Reuters)

CHICAGO – LeBron James memang salah satu pebasket terbaik NBA untuk saat ini. Namun, untuk melewati kehebatan sosok legenda Michael Jordan, Dwyane Wade merasa James masih belum siap.
 
Sejak memutuskan untuk pensiun pada musim 1999, memang belum ada pebasket yang bisa menyamai kehebatan Jordan. MJ (julukan Jordan), berhasil membawa Chicago Bulls meraih enam kali gelar juara NBA (1991, 1992, 1993, 1996, 1997, dan 1998)
 
Selama itu juga, MJ berhasil meraih enam kali MVP di partai final NBA. Ada dua bintang yang dianggap sebagai The Next Jordan. Mereka adalah Kobe Bryant dan LeBron James. Kehebatan nama terakhir dianggap bisa menyamai legenda Jordan.
 
Namun, Wade menilai James belum bisa melewati prestasi Jordan. “Saya tidak tahu jika James memiliki kemampuan untuk melewati Jordan atau tidak. Itu belum terlihat,” ungkap Wade, mengenai James.
 
James memang salah satu pebasket fenomenal di NBA. Dia berhasil meraih gelar juara NBA pertamanya bersama Miami Heat. Namun, kemampuan Jordan dalam menembak adalah yang terbaik sepanjang masa.
 
“Saya rasa semua orang tahu James adalah pemain yang fenomenal. Dia merupakan salah seorang pebasket yang belum pernah kita lihat, dengan tinggi badan mencapai 6-8 kaki, seorang pria yang bisa bermain di posisi poin guard, melompat setinggi center dan memiliki kemampuan untuk melakukan apa saja,” jelas Wade.
 
“Namun, Michael Jordan adalah salah seorang pebasket terbaik sepanjang masa. Jadi, sangat sulit bagi James untuk melewatinya,” tandas bintang Miami Heat ini, sebagaimana dilansir ESPN, Minggu (26/8/2012).
(hmr)

Saturday, August 25, 2012

Terkena Batu, Kaki Pedrosa Bengkak

Dani Pedrosa (Foto: Reuters)
Dani Pedrosa (Foto: Reuters)

BRNO – Rider Repsol Honda, Dani Pedrosa mengaku khawatir kakinya terluka akibat hantaman batu yang berterbangan dalam sesi free practice Jumat (24/8/2012) di Grand Prix Republik Ceska, di Sirkuit Brno.
 
Pembalap asal Spanyol ini berjalan terpincang-pincang setelah terkena batu yang berterbangan yang disebabkan terkena putaran roda motor Valentino Rossi. Pedrosa sempat khawatir kakinya mengalami keretakan, namun dia bersyukur itu tak terjadi.
 
“Saya beruntung dengan kejadian itu, yang sepertinya bisa saja jauh lebih buruk,” ucap Pedrosa, seperti dilansir Autosport, Sabtu (25/8/2012).
 
"Ada dua batu besar yang terbang, satu mengenai kaki kiri dengan keras dan yang lainnya menghantam layar dan dagu saya,” katanya.
 
Pedrosa mengatakan, dia sempat takut tentang kondisi kakinya, sebelum tim dokter memastikan yang terjadi akibat insiden batu berterbangan itu hanya membuat kakinya bengkak.
 
“Pada awalnya, saya pikir ada yang retak di kaki saya, tetapi untungnya tidak apa-apa, hanya terjadi pembengkakan. Itu sakit sekali, tapi ketika saya tetap bisa turun ke lintasan, itu adalah hal baik,” tutupnya.
 
Pedrosa sendiri mampu menjadi rider tercepat pada sesi latihan bebas pertama dan kedua yang berlangsung kemarin. Pedrosa juga akan menjadi satu-satunya rider Repsol Honda di GP Rep Ceska, setelah rekan setimnya, Casey Stoner absen karena harus menjalani operasi akibat cedera pergelangan kaki.
 
(win)

Tujuh Gelar Tour de France Armstrong Dilucuti

Lance Armstrong (Foto: Reuters)
Lance Armstrong (Foto: Reuters)

LOS ANGELES – Juara tujuh kali Tour de France, Lance Armstrong, menyatakan dirinya berhenti untuk mengajukan banding atas tuntutan yang diajukan USADA (Badan Anti Doping Amerika Serikat).
 
Keputusan Armstrong tersebut berimbas pada tujuh gelar Tour de France yang diraih pembalap sepeda asal AS itu dicabut. Armstrong yang meraih gelar Tour de France dalam kurun waktu 1999 – 2005 juga kemungkinan terancam larangan ikut dalam kompetisi balap sepeda seumur hidup.
 
USADA secara resmi mengajukan tuduhan penggunaan doping kepada Armstrong dan bukan hanya itu, Armstrong yang telah pensiun setahun yang lalu juga dituduh melakukan konspirasi dengan mantan timnya untuk meraih gelar.
 
USADA mengaku memiliki sampel darah Armstrong pada tahun 2009-2010 dan sampel itu diklaim mengandung doping. Sementara itu, UCI (Persatuan Sepeda Internasional) meminta USADA menjelaskan secara rinci kasus doping yang melibatkan pria yang kini telah berusia 40 tahun tersebut.
 
Sebelumnya, Armstrong membuat pernyataan bahwa dirinya sudah lelah berjuang untuk membuktikan kepada USADA bahwa dirinya tak menggunakan doping ketika masih aktif sebagai pembalap sepeda.
 
"Ada satu titik pada setiap kehidupan manusia ketika dia harus berkata sudah cukup, semuanya sudah cukup. Bagi saya waktu tersebut adalah saat ini," ujar Armstrong, seperti dilansir Bike World News, Sabtu (25/8/2012).
 
USADA malah sebaliknya menganggap keputusan Armstrong untuk tak lagi melakukan banding adalah sebagai pengakuan bersalah dari pembalap sepeda kelahiran Texas itu terkait kasus doping yang dituduhkan kepada pria yang sempat menderita kanker testis ini.
 
(win)