Tuesday, October 30, 2012

Tak Akan Ada yang Ganggu Top Four

Jorge Lorenzo. Juara dunia MotoGP 2012. (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo. Juara dunia MotoGP 2012. (Foto: Reuters)

VALENCIA - Kendati masih menyisakan satu seri, pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo telah memastikan diri menjadi juara dunia pada MotoGP Australia (28/10) lalu. Selain itu, Dani Pedrosa, Casey Stoner, dan Andrea Dovizioso pun sudah tak akan mungkin tergusur dari peringkat dua, tiga, dan empat.
 
Lorenzo keluar sebagai juara setelah berhasil mengoleksi 350 poin atau unggul 43 poin dari Pedrosa, yang gagal menyelesaikan lomba di Sirkuit Philip Island lalu. Sedangkan perolehan poin Pedrosa (307) sudah tidak mungkin dikejar rekan setimnya, Casey Stoner yang mengoleksi 238 poin.
 
Pada posisi empat, pembalap Tech 3, Andrea Dovizioso mengumpulkan 208 poin atau unggul 43 poin dari pembalap Gresini Alvaro Bautista di tempat kelima. Dengan demikian, Dovizioso pun aman berada di peringkat empat. Suatu pencapaian yang cukup baik, mengingat ia membela tim satelit.
 
Persaingan menarik justru terjadi antara Bautista, Valentino Rossi (Ducati), dan Cal Crutchlow (Tech 3). Bautista telah mengumpulkan 165 poin, Rossi 157 poin, dan Crutchlow 151 poin. Ketatnya perolehan poin membuat ketiganya sama-sama berpeluang finis di posisi lima.
 
Sementara itu, pembalap Aspar, Aleix Espargaro berpeluang besar menjadi yang terbaik di antara para pembalap tim CRT, setelah mengumpulkan 69 poin. Kemudian disusul rekan setimnya, Randy de Puniet yang hanya terpaut 11 poin dari Espargaro.
 
Sedangkan pada klasemen konstruktor/manufaktur, Honda memimpin dengan raihan 387 poin, unggul 21 poin dari Yamaha. Honda hanya membutuhkan salah satu pembalap RCV-nya finis di posisi 12 besar untuk segera memastikan gelar juara. (fit)

Saturday, October 27, 2012

Vettel Masih Dominan, Alonso Ketujuh

Sebastian Vettel di Sirkuit Buddh International, India. (Foto: Reuters)
Sebastian Vettel di Sirkuit Buddh International, India. (Foto: Reuters)

NEW DELHI - Pembalap Red Bull, Sebastian Vettel semakin memantapkan dominasinya pada gelaran latihan bebas Formula One (F1) GP India 2012 di Sirkuit Buddh International. Setelah sukses jadi yang tercepat pada latihan bebas I dan II, Vettel kembali melakukannya di sesi pamungkas.
 
Vettel, yang berpeluang besar mempertahankan gelar juara dunia, menjadi yang tercepat setelah menorehkan catatan waktu 1 menit 25,842 detik. Hasil tersebut juga lebih baik dari torehan Vettel pada dua sesi sebelumnya, di mana ia menorehkan catatan waktu 1 menit 27,619 (FP1) dan 1 menit 26,221 (FP2).
 
Posisi kedua ditempati Jenson Button dari McLaren, dengan catatan waktu 1 menit 26,034 detik. Pada sesi latihan bebas pertama, Button juga menempati peringkat dua, sedangkan pada sesi kedua, pembalap asal Inggris tersebut harus terjerembab di posisi tujuh.
 
Rekan setim Vettel, Mark Webber menjadi tercepat ketiga dengan catatan waktu 1 menit 26,108 detik. Kemudian disusul pembalap McLaren yang musim depan akan pindah ke Mercedes, Lewis Hamilton, dengan torehan waktu 1 menit 26,151 detik.
 
Sementara itu, pembalap Ferrari, Fernando Alonso harus puas berada di peringkat tujuh dengan catatan waktu 1 menit 26,521 detik. Padahal, pada sesi latihan bebas I dan II, juara dunia dua kali F1 tersebut selalu menempati posisi tiga. Tapi, torehan waktu Alonso kali ini tetap lebih baik dibandingkan dua sesi sebelumnya.
 
Hasil lengkap Free Practice III Formula One GP India 2012:
Pos - Pembalap - Tim - Waktu/Gap - Lap
1. Sebastian Vettel Red Bull-Renault 1m25.842s 20
2. Jenson Button McLaren-Mercedes 1m26.034s + 0.192s 17
3. Mark Webber Red Bull-Renault 1m26.108s + 0.266s 18
4. Lewis Hamilton McLaren-Mercedes 1m26.151s + 0.309s 21
5. Kimi Raikkonen Lotus-Renault 1m26.209s + 0.367s 22
6. Bruno Senna Williams-Renault 1m26.214s + 0.372s 24
7. Fernando Alonso Ferrari 1m26.521s + 0.679s 15
8. Nico Hulkenberg Force India-Mercedes 1m26.531s + 0.689s 21
9. Michael Schumacher Mercedes 1m26.652s + 0.810s 21
10. Romain Grosjean Lotus-Renault 1m26.664s + 0.822s 21
11. Felipe Massa Ferrari 1m26.691s + 0.849s 13
12. Pastor Maldonado Williams-Renault 1m27.140s + 1.298s 18
13. Sergio Perez Sauber-Ferrari 1m27.162s + 1.320s 21
14. Paul di Resta Force India-Mercedes 1m27.193s + 1.351s 22
15. Nico Rosberg Mercedes 1m27.229s + 1.387s 21
16. Daniel Ricciardo Toro Rosso-Ferrari 1m27.374s + 1.532s 21
17. Jean-Eric Vergne Toro Rosso-Ferrari 1m27.711s + 1.869s 20
18. Kamui Kobayashi Sauber-Ferrari 1m27.983s + 2.141s 19
19. Heikki Kovalainen Caterham-Renault 1m29.035s + 3.193s 20
20. Vitaly Petrov Caterham-Renault 1m29.237s + 3.395s 20
21. Timo Glock Marussia-Cosworth 1m29.617s + 3.775s 20
22. Charles Pic Marussia-Cosworth 1m30.298s + 4.456s 20
23. Narain Karthikeyan HRT-Cosworth 1m30.824s + 4.982s 22
24. Pedro de la Rosa HRT-Cosworth 1m30.873s + 5.031s 22
(fit)

Friday, October 26, 2012

Webber Enggan Ngalah demi Vettel

Mark Alan Webber (Foto: Reuters)
Mark Alan Webber (Foto: Reuters)

NEW DELHI – Sejak awal rekanan di tim Red Bull, Mark Webber memang tak ingin terlalu akrab dengan Sebastian Vettel. Hubungan mereka hanya sebatas hubungan kerja satu tim dan profesional. Jika sudah mengaspal, tak ada yang namanya pertemanan dan pengertian di antara mereka.
 
Sikap itu bakal kembali diusung Webber di empat seri tersisa, termasuk GP India, akhir pekan ini. Webber menegaskan takkan mengulurkan tangan pada Vettel untuk terus membawahi Fernando Alonso di klasifika Formula One, terlebih ketika secara matematis, Webber masih punya kans pula untuk juara.
 
Sejak GP Korea lalu, Vettel sukses menyalip Alonso di klasemen dan keduanya akan jadi kandidat kuat jawara musim ini. Tapi Webber masih punya peluang dengan defisit 63 poin dari Vettel di puncak klasemen.
 
Sementara empat seri tersisa masih memungkinkan Webber untuk meraup 100 poin dan keluar sebagai juara. Jadi, jangan harap driver Australia itu untuk ‘ngalah’ pada siapapun, termasuk Vettel.
 
“Akhir pekan ini, jika saya punya peluang untuk menang, saya akan berusaha keras meraihnya. Secara matematis, saya masih punya kesempatan untuk juara. Jika saya posisi saya sedang terdepan, saya takkan mengalah kepada siapapun,” tegas Webber, seperti dinukil Sportal, Jumat (26/10/2012).
 
Musim ini akan jadi tahun kedua GP India menjamu para pilot jet darat F1. Webber yang juga belum terlalu familiar seperti driver lainnya, tetap berusaha berpikir positif. Selain itu, Webber juga punya sedikit prediksi siapa yang akan tampil kompetitif di Buddh International Circuit nanti.
 
“Saya rasa, kami akan baik-baik saja di sini. Well, kami takkan berpikiran bahwa trek ini akan seperti Monza, tapi kami optimistis,” lanjut mantan pembalap tim Benetton, Minardi, Jaguar dan BMW-Williams tersebut.
 
“Seberapa ketat persaingannya nanti? Ferrari dan McLarena biasanya selalu mencuri perhatian, terlebih Ferrari. Tapi McLaren juga bisa tampil hebat meski di Suzuka mereka tampil buruk. Jadi, saya tidak tahu bagaimana perkiraan persaingan di India,” tuntas Webber.
(raw)

Thursday, October 25, 2012

Hayden Tertantang Sirkuit Basah

Nicky Hayden. (Foto: Reuters)
Nicky Hayden. (Foto: Reuters)

BOLOGNA – Nicky Hayden memprediksikan balapan di Sirkuit Phillip Island akan diguyur hujan. Hayden tertantang untuk memanfaatkan potensi Desmosedici yang sering tampil gemilang di lintasan basah.
 
Australia akan menggelar balapan MotoGP. Biasanya, Sirkuit Phillip Island sering sekali diguyur hujan dan temperatur akan sangat dingin. Seperti Casey Stoner, rekor Hayden di Phillip Island juga cukup baik.
 
Hayden pernah dua kali meraih pole position, tiga kali naik podium dan pernah mencatatkan rekor pembalap tercepat pada musim 2008. Kini, The Kentucky Kid (julukan Hayden) berharap sasis baru dapat meningkatkan hasil balapan di Australia.
 
“Saya sangat menyukai sasis baru sejak saya menggunakannya. Namun, sudah saatnya untuk meningkatkan performa motor,” ujar Hayden, seperti dilaporkan Crash, Kamis (25/10/2012).
 
“Kami juga ingin mencari tahu bagaimana cara memanfaatkan keuntungan yang kami miliki saat balapan di kondisi hujan, dan menurut perkiraan, kami mungkin bisa melakukannya di Australia,” sambungnya.
 
The Kentucky Kid sangat menganggumi Phillip Island. Menurut mantan Repsol Honda itu, MotoGP Australia merupakan salah satu balapan terbaik di MotoGP. “Phillip Island adalah salah satu MotoGP yang terhebat, salah satu terbaik,” kata Hayden.
 
“Lintasan sangat cepat dan mengalir. Saya sudah mengalami hasil yang sangat bagus di masa lalu. Saya sangat menyukai lintasan ini, atmosfir, dan lintasannya sangat cepat,” sambung pembalap asal Amerika itu.
(hmr)

Tuesday, October 23, 2012

Stoner Tak Pasang Target di Balapan Kandang

Casey Stoner akan melakoni balapan perpisahan di Phillip Island pada 28 Oktober mendatang/Getty Images
Casey Stoner akan melakoni balapan perpisahan di Phillip Island pada 28 Oktober mendatang/Getty Images

SEPANG – Casey Stoner merupakan pemenang lima edisi terakhir di MotoGP Australia. Namun, untuk musim ini The Kurri Kurri Boys tidak memasang target menang di home race-nya tersebut.
 
Padahal, sejak masih mengendarai motor Desmosedici GP 7 bersama Ducati pada musim 2007 silam, Stoner tidak pernah mengecewakan pendukungnya sendiri di Sirkuit Phillip Island. Stoner selalu keluar sebagai pemenang.
 
Di sirkuit yang terletak di pinggir pantai itu, Stoner selalu tampil luar biasa. Wajar saja, karena di sanalah pembalap berusia 27 tahun ini bertemu dengan Adriana Tuchyna, sang istri tercinta.
 
Namun, pada balapan 28 Oktober mendatang, Stoner tak yakin menang. Sikap pesimis Stoner tersebut bisa dimengerti.
 
Hingga kini, kondisinya belum 100 persen karena baru sembuh dari cedera dan tengah ciamiknya performa Dani Pedrosa serta Jorge Lorenzo sepanjang musim ini. Padahal, MotoGP Australia kali ini akan jadi balapan terakhirnya di depan pendukung sendiri sebelum pensiun.
 
“Saya tidak tahu harus berharap apa. Kami tahu kami tidak 100 persen dan untuk menang di level seperti ini Anda harus 100 persen,” kata Stoner seperti dikutip dari Crash.
 
“Saya masih belum bisa membalap sebebas yang saya inginkan,” kata Stoner.
(auz)

Finis Kelima di Sepang, Rossi Cukup Puas

Valentino Rossi selalu mencatat hasil bagus bila balapan diguyur hujan/Reuters
Valentino Rossi selalu mencatat hasil bagus bila balapan diguyur hujan/Reuters

SEPANG – Valentino Rossi kembali membuktikan kepiawaiannya membalap di trek basah. Start dari posisi ke-11, The Doctor berhasil finis kelima di Sirkuit Sepang yang diterjang badai.
 
Hasil ini seolah mengingatkan publik MotoGP akan keberhasilannya di Sirkuit Le Mans pada MotoGP Prancis di mana saat itu Rossi berhasil mengakhiri dahaga podium dengan finis kedua.
 
Andai juara dunia tujuh kali berusia 33 tahun ini tidak terganggu pandangannya oleh helm yang berkabut, bukan tidak mungkin raihan The Doctor di MotoGP Malaysia bisa lebih baik lagi.
 
Apalagi patut diingat pula bahwa pada lap kesembilan pada balapan tersebut, Rossi hampir tergelincir di tikungan kesembilan. Gara-gara hal ini, Rossi kehilangan waktu hampir lima detik dan membuat asanya meraih podium melayang.
 
“Balapan kami tidaklah buruk karena start saya bagus kendati berada jauh di belakang dan saya pun mampu melaju cukup cepat,” kata Rossi seperti dikutip dari Motor Cycle News.
 
“Saya sempat bersaing dengan Dovizioso dan Stoner hingga sayangnya saya bermasalah dengan helm yang mulai berkabut,” kata Rossi.
 
“Padahal, di kondisi seekstrem itu, dengan cahaya yang minim, dan begitu banyak genangan, situasinya jelas teramat sangat sulit,” kata Rossi.
(auz)

Monday, October 22, 2012

Kalkulasi Juara Lorenzo & Pedrosa

Duel sengit Lorenzo dan Pedrosa di MotoGP Malaysia (Foto: Reuters)
Duel sengit Lorenzo dan Pedrosa di MotoGP Malaysia (Foto: Reuters)

JAKARTA - Persaingan juara MotoGP musim ini sudah mengerucut menjadi hanya milik Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Siapa juaranya?

Jika merujuk pada posisi di klasemen, Lorenzo yang membela panji Yamaha Factory Racing jelas lebih diunggulkan. Saat ini, rider berjuluk X’Fuera tersebut masih nyaman di puncak klasemen sementara dengan koleksi 330 atau unggul 23 poin dari Pedrosa di posisi kedua.

Namun, meski demikian Lorenzo tak lantas bisa jumawa di dua seri tersisa, GP Philip Island dan Valencia. Pasalnya, secara matematis Pedrosa masih bisa menggagalkan ambisi Lorenzo merengkuh titel juara dunia keduanya.

Ya, rider Repsol Honda yang tengah dalam form terbaiknya ini masih punya peluang untuk meraih trofi juara pertamanya. Akan tetapi, itu bukanlah hal mudah bagi Pedrosa untuk diwujudkan.

Pasalnya, selain harus selalu konsisten mengungguli Lorenzo dan meraih kemenangan di dua seri tersisa, Pedrosa juga harus berharap Lorenzo mengalami nasib nahas di dua seri tersebut.

Pedrosa akan keluar sebagai juara dunia, apabila mampu menyapu bersih 50 poin tersisa, sementara Lorenzo gagal meraup tambahan 28 poin di dua seri tersisa.

Pedrosa dituntut memenangi dua seri balap tersisa, sembari berharap Lorenzo finis di luar tiga besar, maksimal posisi empat. Dengan skenario tersebut, Pedrosa akan keluar sebagai juara dengan meraih 357 poin, sementara Lorenzo 356.

Sementara itu, skenario Lorenzo untuk keluar sebagai juara dunia jauh lebih mudah. Rider Spanyol yang akhir bulan ini akan kembali mengunjungi Indonesia itu hanya butuh tambahan 28 poin untuk juara. Lorenzo juga akan tampil sebagai juara apabila finis di posisi tiga pada dua balapan sisa (walau Pedrosa menang di dua seri tersebut). (acf)